Formulir Kontak

 

Pembuatan Pembangkit Listrik


Cara mudah tuk membuat sesuatu atau pemanfaatan pada barang sekitar...

Membuat sebuah pembangkit listrik sederhana yang berdaya rendah dapat menjadi sebuah proyek sains yang cukup menyenangkan atau hanya sebuah percobaan lokakarya untuk seseorang yang ingin menjadi seorang insinyur. Perlengkapannya sederhana, tidak mahal dan mudah didapatkan.

Langkah

  1. Make a Simple Electric Generator Step 1
    1
    Memutuskan sebesar apa proyek yang ingin kamu bangun. Tersedia pertimbangan desain dan rekayasa yang dapat digunakan, namun untuk menjaga kesederhanaannya, artikel ini akan memberikan petunjuk untuk membuat sebuah pembangkit sederhana yang memiliki keluaran rendah.
    Iklan
  2. Make a Simple Electric Generator Step 2
    2
    Memperoleh bahan-bahan yang kamu butuhkan. Ukuran dan spesifikasinya dapat disesuaikan untuk meningkatkan kapasitas pembangkitmu, namun ini adalah sebuah gambaran dasar dari proyeknya.
    • Kawat tembaga berenamel 22-28 ga. Sekitar 150 meter kawat akan memproduksi sebuah tegangan listrik yang sedang. Lebih banyak "gulungan", digabungkan dengan sebuah magnet yang lebih kuat akan meningkatkan daya keluarannya.
    • Magnet batangan sepanjang 7,6 atau 10,2 cm (harus pas dengan panjang tabung kardus di bawah, menyisakan sedikit jarak).
    • Batang besi atau aluminium berdiameter 0,6 cm, dengan panjang 30,5 cm.
    • Kayu berukuran 1X4 sepanjang 61 cm.
    • 1 – kertas besar atau tabung kardus, berdiameter 10,16 cm.
    • 2 – ring berukuran 0,6 cm.
  3. Make a Simple Electric Generator Step 3
    3
    Membuat sebuah bingkai berukuran "U" untuk mendukung "baling-baling" milikmu, yaitu batang magnet permanen yang dipasang pada sebuah poros besi. by
    • Potong kayu berukuran 1X4 menjadi beberapa potongan, 2 sepanjang 15,2 cm, satu sepanjang 30,5 cm.
    • Paku atau baut kedua papan berukuran 15,2 cm ke papan berukuran 30,5 cm pada sudut yang tegak lurus ke papan berukuran 30,5 cm, yang merupakan dasar dari bingkai baling-baling.
  4. Make a Simple Electric Generator Step 4
    4
    Mengebor dua lubang berukuran 0,6 cm pada kedua bingkai yang tegak, sejajarkan sehingga batang berukuran 0,6 cm (poros baling-baling) dapat melalui keduanya tanpa terikat.
  5. Make a Simple Electric Generator Step 5
    5
    Mengebor sebuah lubang berukuran 0,6 cm melalui bagian tengah batang magnetmu, pada bagian yang rata, yang paling lebar. Berhati-hati dalam mengukur bagian tengah baik untuk panjang dan lebarnya, dan mengebor secara tegak lurus sehingga saat poros dimasukkan, magnetnya akan terpasang "pas" pada poros tersebut.
  6. Make a Simple Electric Generator Step 6
    6
    Menggeser poros besi melalui satu sisi untuk mendukung bingkainya, geser magnet ke poros tersebut.
  7. Make a Simple Electric Generator Step 7
    7
    Memotong sebuah bagian dari kertas atau tabung kardus dengan ukuran 10,2 cm. Jika kamu tidak memiliki sebuah tabung, kamu dapat membuatnya dengan menggulung selembar kertas konstruksi menjadi sebuah silinder dan merekatkannya untuk menjaganya agar tetap berbentuk seperti ini. Diameter yang ideal untuk tabung ini adalah paling tidak cukup agar batang magnet dapat berputar secara bebas di dalam tabung, menjaga medan magnet sedekat mungkin dengan gulungan tembaga.
  8. Make a Simple Electric Generator Step 8
    8
    Menggulung kawat tembaga di sekeliling tabung kardus atau kertas, dengan tetap membiarkan kawatnya lepas sekitar 40,6 sampai 45,7 cm pada masing-masing sisinya, untuk dihubungkan ke perangkat pengujianmu, sebuah bohlam lampu listrik atau perangkat lainnya yang akan kamu alirkan daya. Semakin banyak "putaran" atau gulungan yang kamu buat di sekeliling tabung, semakin besar daya yang akan dihasilkan oleh pembangkitmu.
  9. Make a Simple Electric Generator Step 9
    9
    Menggeser tabung tersebut di atas poros dan magnet, kemudian geser poros melalui bingkai pendukung lainnya. Kamu akan membutuhkan beberapa inci dari poros tersebut agar menonjol dari bingkai pada masing-masing sisinya.
  10. Make a Simple Electric Generator Step 10
    10
    Merekatkan magnet ke porosnya pada bagian tengah kedua pendukungnya, menggunakan lem yang dilelehkan dengan panas, yang memiliki kekuatan tinggi atau epoxy. Kamu mungkin akan memilih untuk mengebor membaut magnet dengan "sekumpulan sekrup" jika kamu memiliki peralatan untuk melakukannya, namun ide sesungguhnya adalah agar magnet dapat terhubung secara statis ke porosnya.
  11. Make a Simple Electric Generator Step 11
    11
    Mendukung silinder kertas dengan gulungan kabel pada bagian tengah poros, dengan batang magnet yang terletak di bagian tengah gulungan kabel. Kamu mungkin cukup memotong bagian kaki kardus yang dapat direkatkan ke silinder atau membuat sebuah bingkai kawat dari sebuah gantungan baju atau kawat kaku serupa untuk dapat membuatnya.
  12. Make a Simple Electric Generator Step 12
    12
    Memutar porosnya dengan jari-jarimu untuk melihat apakah ujung-ujung magnet mengenai bagian dalam tabung. Magnet harus dapat berputar dengan bebas, namun sedekat mungkin ke tabung. Kembali, menempatkan ujung-ujung magnet sedekat mungkin ke gulungan kawat tembaga akan meningkatkan aksi "menarik" medan magnet yang dihasilkan oleh magnet.
  13. Make a Simple Electric Generator Step 13
    13
    Merekatkan sebuah ring pada masing-masing ujung poros di luar pendukung dari kayu.
  14. Make a Simple Electric Generator Step 14
    14
    Menempelkan kedua kabel yang lepas pada ujung gulungan ke sebuah bohlam senter atau lampu bertegangan rendah atau menghubungkannya ke jarum-jarum dari sebuah voltmeter atau multimeter.
  15. Make a Simple Electric Generator Step 15
    15
    Memutar poros secepat mungkin. Kamu mungkin ingin menggulungkan sebuah benang ke sekeliling ujung poros sebagaimana kamu ingin "memutar" sebuah mainan, kemudian tariklah dengan cepat atau memutarnya dengan jari-jarimu. Kamu seharusnya akan menghasilkan sebuah tegangan yang rendah, cukup untuk menyalakan sebuah bohlam lampu 1,5 volt dengan memutar porosnya secara manual.

Tips

  • Kamu mungkin ingin menghiasnya dengan sebuah tuas kecil dan menempelkan sebuah motor listrik ke porosnya untuk menghasilkan RPM yang cukup untuk mempertahankan sebuah arus listrik.

Hal yang Anda Butuhkan

  • Bor listrik
  • Gergaji
  • Kawat tembaga terisolasi atau berenamel 22-28 ga. Sekitar 7,62 meter kawat akan menghasilkan sebuah aliran listrik yang rendah. Semakin banyak "gulungan" dan semakin besar kawatnya, jika digabungkan dengan sebuah magnet yang lebih kuat, akan meningkatkan keluaran dayanya.
  • Magnet batangan berukuran 7,6 atau 10,2 cm (harus pas dengan panjang tabung kardus di bawah, menyisakan sedikit jarak).
  • Batang besi atau aluminium berdiameter 0,6 cm, dengan panjang 30,5 cm.
  • Kayu berukuran 1X4 sepanjang 61 cm.
  • Kertas atau tabung kardus berukuran 10,2 cm.
  • 2 – ring berukuran 0,6 cm.

Total comment

Author

ANNA BA
Gambaran Tuk Teknologi Masa Depan adalah :

Masa Depan Dalam Dunia HandPhone :


Masa Depan Dalam Dunia Tablet/PC
   

Masa Depan Dalam Dunia Otomotif
        

Masa Depan Dalam Dunia Robot






Total comment

Author

ANNA BA

Pengertian Teknologi

Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan, dan kenyamanan hidupmanusia.
Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Penemuan prasejarahtentang kemampuan mengendalikan api telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam beperjalanan, dan mengendalikan lingkungan mereka. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di antaranyamesin cetaktelepon, dan Internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global. Tetapi, tidak semua teknologi digunakan untuk tujuan damai; pengembangan senjata penghancur yang semakin hebat telah berlangsung sepanjang sejarah, dari pentungan sampai senjata nuklir.
Teknologi telah memengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara. Di banyak kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi (termasuk ekonomi global masa kini) dan telah memungkinkan bertambahnya kaum senggang. Banyak proses teknologi menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki, yang disebut pencemar, dan menguras sumber daya alam, merugikan, dan merusak Bumi dan lingkungannya. Berbagai macam penerapan teknologi telah memengaruhi nilai suatu masyarakat, dan teknologi baru seringkali mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika baru. Sebagai contoh, meluasnya gagasan tentang efisiensi dalam konteks produktivitas manusia, suatu istilah yang pada awalnynya hanya menyangku permesinan, contoh lainnya adalah tantangan norma-norma tradisional.
bahwa keadaan ini membahayakan lingkungan, dan mengucilkan manusia; penyokong paham-paham seperti transhumanisme dan tekno-progresivisme memandang proses teknologi yang berkelanjutan sebagai hal yang menguntungkan bagi masyarakat, dan kondisi manusia. Tentu saja, paling sedikit hingga saat ini, diyakini bahwa pengembangan teknologi hanya terbatas bagi umat manusia, tetapi kajian-kajian ilmiah terbaru mengisyaratkan bahwa primata lainnya, dan komunitas lumba-lumba tertentu telah mengembangkan alat-alat sederhana, dan belajar untuk mewariskan pengetahuan mereka kepada keturunan mereka.

Definisi dan penggunaan[sunting | sunting sumber]

Penciptaan mesin cetaktelah memungkinkan parailmuwan dan politisimengomunikasikan gagasan-gagasan mereka secara lebih mudah, kunci pembuka bagiAbad Pencerahan; sebuah contoh teknologi sebagai kekuatan budaya.
Penggunaan istilah 'teknologi' (bahasa Inggristechnology) telah berubah secara signifikan lebih dari 200 tahun terakhir. Sebelum abad ke-20, istilah ini tidaklah lazim dalam bahasa Inggris, dan biasanya merujuk pada penggambaran atau pengkajian seni terapan.[1] Istilah ini seringkali dihubungkan dengan pendidikan teknik, seperti di Institut Teknologi Massachusetts (didirikan pada tahun 1861).[2] Istilah technology mulai menonjol pada abad ke-20 seiring dengan bergulirnya Revolusi Industri Kedua. Pengertian technology berubah pada permulaan abad ke-20 ketika para ilmuwan sosial Amerika, dimulai oleh Thorstein Veblen, menerjemahkan gagasan-gagasan dari konsep Jerman, Technik, menjaditechnology. Dalam bahasa Jerman dan bahasa-bahasa Eropa lainnya, perbedaan hadir di antara Technik dan Technologie yang saat itu justru nihil dalam bahasa Inggris, karena kedua-dua istilah itu biasa diterjemahkan sebagai technology.
Pada dasawarsa 1930-an, technology tidak hanya merujuk pada 'pengkajian' seni-seni industri, tetapi juga pada seni-seni industri itu sendiri. Pada tahun 1937, seorang sosiolog Amerika, Read Bain, menulis bahwa technology includes all tools, machines, utensils, weapons, instruments, housing, clothing, communicating and transporting devices and the skills by which we produce and use them ("teknologi meliputi semua alat, mesin, aparat, perkakas, senjata, perumahan, pakaian, peranti pengangkut/pemindah dan pengomunikasi, dan keterampilan yang memungkinkan kita menghasilkan semua itu").
Definisi yang diajukan Bain masih lazim dipakai oleh kaum terpelajar hingga saat ini, terkhusus ilmuwan sosial. Tetapi ada juga definisi yang sama menonjolnya, yakni definisi teknologi sebagai sains terapan, khususnya di kalangan para ilmuwan, dan insinyur, meskipun sebagian besar ilmuwan sosial yang mempelajari teknologi menolak definisi ini. Yang lebih baru, para kaum terpelajar telah meminjam dari para filsuf Eropa, technique, untuk memperluas makna technology ke berbagai macam bentuk nalar instrumental, seperti dalam karya Foucault tentang techniques de soi, yang diterjemahkan sebagai technologies of the self atau teknologi diri.
Kamus-kamus, dan para sarjana telah memberikan berbagai macam definisi. Kamus Merriam-Webster memberikan definisi "technology" sebagaithe practical application of knowledge especially in a particular area (terapan praktis pengetahuan, khususnya dalam ruang lingkup tertentu) dan a capability given by the practical application of knowledge (kemampuan yang diberikan oleh terapan praktis pengetahuan). Ursula Franklin, dalam karyanya dari tahun 1989, kuliah "Real World of Technology", memberikan definisi lain konsep ini; yakni practice, the way we do things around here (praktis, cara kita memperbuat ini semua di sekitaran sini). Istilah ini seringkali digunakan untuk mengimplikasikan suatu lapangan teknologi tertentu, atau untuk merujuk teknologi tinggi atau sekadarelektronik konsumen, bukannya teknologi secara keseluruhan. Bernard Stiegler, dalam Technics and Time, 1, mendefinisikan technology dalam dua cara: sebagai the pursuit of life by means other than life (pencarian kehidupan, dalam artian lebih dari sekadar hidup), dan sebagai organized inorganic matter (zat-zat anorganik yang tersusun rapi).
Secara umum, teknologi dapat didefinisikan sebagai entitas, benda maupun tak benda yang diciptakan secara terpadu melalui perbuatan, dan pemikiran untuk mencapai suatu nilai. Dalam penggunaan ini, teknologi merujuk pada alat, dan mesin yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah di dunia nyata. Ia adalah istilah yang mencakupi banyak hal, dapat juga meliputi alat-alat sederhana, seperti linggis atau sendok kayu, atau mesin-mesin yang rumit, seperti stasiun luar angkasa atau pemercepat partikel. Alat, dan mesin tidak mesti berwujud benda; teknologi virtual, seperti perangkat lunak dan metode bisnis, juga termasuk ke dalam definisi teknologi ini.[10]
Kata "teknologi" juga digunakan untuk merujuk sekumpulan teknik-teknik. Dalam konteks ini, ia adalah keadaan pengetahuan manusia saat ini tentang bagaimana cara untuk memadukan sumber-sumber, guna menghasilkan produk-produk yang dikehendaki, menyelesaikan masalah, memenuhi kebutuhan, atau memuaskan keinginan; ia meliputi metode teknis, keterampilan, proses, teknik, perangkat, dan bahan mentah. Ketika dipadukan dengan istilah lain, seperti "teknologi medis" atau "teknologi luar angkasa", ia merujuk pada keadaan pengetahuan, dan perangkat disiplin pengetahuan masing-masing. "Teknologi state-of-the-art" (teknologi termutakhir, sekaligus tercanggih) merujuk pada teknologi tinggi yang tersedia bagi kemanusiaan di ranah manapun.
Teknologi dapat dipandang sebagai kegiatan yang membentuk atau mengubah kebudayaan. Selain itu, teknologi adalah terapan matematika, sains, dan berbagai seni untuk faedah kehidupan seperti yang dikenal saat ini. Sebuah contoh modern adalah bangkitnya teknologi komunikasi, yang memperkecil hambatan bagi interaksi sesama manusia, dan sebagai hasilnya, telah membantu melahirkan sub-sub kebudayaan baru; bangkitnya budaya dunia maya yang berbasis pada perkembangan Internet dan komputer. Tidak semua teknologi memperbaiki budaya dalam cara yang kreatif; teknologi dapat juga membantu mempermudah penindasan politik dan peperangan melalui alat seperti pistol ataubedil. Sebagai suatu kegiatan budaya, teknologi memangsa ilmu dan rekayasa, yang masing-masing memformalkan beberapa aspek kerja keras teknologis.

Ilmu, rekayasa, dan teknologi

Perbedaan antara ilmurekayasa, dan teknologi tidaklah selalu jelas. Ilmu adalah penyelidikan bernalar atau pengkajian fenomena, ditujukan untuk menemukan prinsip-prinsip yang melekat di antara unsur-unsur dunia fenomenal dengan membekerjakan teknik-teknik formal seperti metode ilmiah. Teknologi tidak mesti hasil ilmu semata-mata, oleh karena teknologi harus memenuhi persyaratan seperti utilitaskebergunaan, dan keselamatan.
Rekayasa adalah proses berorientasi tujuan dari perancangan, dan pembuatan peralatan, dan sistem untuk mengeksploitasi fenomena alam dalam konteks praktis bagi manusia, seringkali (tetapi tidak selalu) menggunakan hasil-hasil, dan teknik-teknik dari ilmu. Pengembangan teknologi dapat dilukiskan pada banyak ranah pengetahuan, termasuk pengetahuan ilmiah, rekayasa, matematikalinguistika, dan sejarah, guna mencapai suatu hasil yang praktis.
Teknologi seringkali merupakan konsekuensi dari ilmu, dan rekayasa — meskipun teknologi sebagai kegiatan manusia seringkali justru mendahului kedua-dua ranah tersebut. Misalnya, ilmu dapat mengkaji aliran elektron di dalam penghantar listrik, dengan menggunakan peralatan, dan pengetahuan yang telah ada sebelumnya. Pengetahuan yang baru ditemukan ini kemudian dapat digunakan oleh para insinyur, dan teknisi untuk menciptakan peralatan, dan mesin-mesin baru, seperti semikonduktorkomputer, dan bentuk-bentuk teknologi tingkat lanjut lainnya. Dalam cara pandang seperti ini, para ilmuwan, dan rekayasawan kedua-duanya dapat dipandang sebagai "teknolog"; ketiga-tiga ranah ini seringkali dapat dipandang sebagai satu untuk tujuan penelitian, dan referensi.
Hubungan pasti antara ilmu, dan teknologi secara khusus telah diperdebatkan oleh para ilmuwan, sejarawan, dan pembuat kebijakan pada penghujung abad ke-20, sebagiannya karena debat dapat mengabarkan pembiayaan ilmu dasar, dan ilmu terapan. Dalam kebangkitan setelah Perang Dunia II, misalnya, di Amerika Serikat terdapat anggapan yang meluas bahwa teknologi hanyalah "ilmu terapan" dan untuk mendanai ilmu dasar adalah dengan cara menuai hasil-hasil teknologi pada waktunya. Artikulasi filsafat ini dapat ditemukan secara eksplisit di dalam risalah yang ditulis Vannevar Bush mengenai kebijakan ilmu pascaperang, Science—The Endless Frontier: "Produk-baru, industri baru, dan lebih banyak lapangan kerja memerlukan tambahan pengetahuan sinambung akan hukum-hukum alam... Pengetahuan baru yang esensial ini dapat diperoleh hanya melalui penelitian ilmiah dasar." Tetapi, pada akhir dasawarsa 1960-an, pandangan ini muncul dilatarbelakangi oleh serangan langsung, memimpin ke arah berbagai inisiatif untuk mendanai ilmu untuk tujuan tertentu (inisiatif-inisiatif ini ditolak oleh komunitas ilmiah). Isu tersebut masih diperdebatkan—meskipun sebagian besar analis menolak model bahwa teknologi hanyalah hasil dari penelitian ilmiah.

Sejarah

Perkembangan teknologi berlangsung secara evolutif. Sejak zaman Romawi Kuno pemikiran, dan hasil kebudayaan telah nampak berorientasi menuju bidang teknologi.
Secara etimologis, akar kata teknologi adalah "techne" yang berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek, atau kecakapan tertentu, atau pengetahuan tentang prinsip-prinsip atau metode, dan seni. Istilah teknologi sendiri untuk pertama kali dipakai oleh Philips pada tahun 1706 dalam sebuah buku berjudul Teknologi: Diskripsi Tentang Seni-Seni, Khususnya Mesin (Technology: A Description Of The Arts, Especially The Mechanical).

Kemajuan

Tak dapat dipungkiri jika kemajuan teknologi masa kini berkembang sangat pesat. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya inovasi-inovasi yang telah dibuat di dunia ini. Dari hingga yang sederhana, hingga yang menghebohkan dunia.

Sebenarnya Teknologi sudah ada sejak zaman dahulu, yaitu zaman romawi kuno. Perkembangan teknologi berkembang secara drastis, dan terus berevolusi hingga sekarang. Hingga menciptakan obyek-obyek, teknik yang dapat membantu manusia dalam pengerjaan sesuatu lebih efisien, dan cepat. Salah satunya adalah seperti yang ada di Indonesia, yaitu fenomena mobil esemka yang diciptakan beberapa sekolah di Solo. Telah membuat inovasi mobil Nasional untuk Indonesia. Selain itu juga, ada di Sidoarjo yang memproduksi kapal laut untuk kebutuhan melaut.
Dalam bentuk yang paling sederhana, kemajuan teknologi dihasilkan dari pengembangan cara-cara lama atau penemuan metode baru dalam menyelesaikan tugas-tugastradisional seperti bercocok tanam, membuat baju, atau membangun rumah.
Ada tiga klasifikasi dasar dari kemajuan teknologi yaitu :
  • Kemajuan teknologi yang bersifat netral (bahasa Inggrisneutral technological progress)
    Terjadi bila tingkat pengeluaran (output) lebih tinggi dicapai dengan kuantitas dan kombinasi faktor-faktor pemasukan (input) yang sama.
  • Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (bahasa Inggrislabor-saving technological progress)
    Kemajuan teknologi yang terjadi sejak akhir abad kesembilan belas banyak ditandai oleh meningkatnya secara cepat teknologi yang hemat tenaga kerja dalam memproduksi sesuatu mulai dari kacang-kacangan sampai sepeda hingga jembatan.
  • Kemajuan teknologi yang hemat modal (bahasa Inggriscapital-saving technological progress)
    Fenomena yang relatif langka. Hal ini terutama disebabkan karena hampir semua riset teknologi, dan ilmu pengetahuan di dunia dilakukan di negara-negara maju, yang lebih ditujukan untuk menghemat tenaga kerja, bukan modalnya.
Pengalaman di berbagai negara berkembang menunjukan bahwa adanya campur tangan langsung secara berlebihan, terutama berupa peraturan pemerintah yang terlampau ketat, dalam pasar teknologi asing justru menghambat arus teknologi asing ke negara-negara berkembang.
Kemajuan teknologi memang sangat penting untuk kehidupan manusia zaman sekarang. Karena teknologi adalah salah satu penunjang kemajuan manusia. Di banyak belahan masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi, pangan, komputer, dan masih banyak lagi.
Di lain pihak suatu kebijaksanaan 'pintu yang lama sekali terbuka' terhadap arus teknologi asing, terutama dalam bentuk penanaman modal asing (PMA), justru menghambat kemandirian yang lebih besar dalam proses pengembangan kemampuan teknologi negara berkembang karena ketergantungan yang terlampau besar pada pihak investor asing, karena merekalah yang melakukan segala upaya teknologi yang sulit, dan rumit.
Ini menjadi bukti bahwa memang teknologi sudah menjadi kebutuhan, dan merata di setiap sektor kehidupan manusia. Terlebih setelah adanya penemuan komputer, dan laptop, yang sekarang hampir semua pekerjaan manusia memiliki hubungan dengan komputer ataupun laptop. Sehingga pantas jika komputer adalah penemuan yang paling mutakhir, dan yang paling berpengaruh pada kehidupan manusia.

Total comment

Author

ANNA BA